Kekuatan Kata-Kata

16 Oktober 2008 at 11:25 am (Pengembangan Diri)

Dari mana seseorang pertama kali mengenal siapa anda? Yang pertama dari gerak-gerik anda ketika bertemu dengan orang tersebut. Gerak-gerik tersebut meliputi cara berpakaian, cara tersenyum, sikap tubuh ketika memperkenalkan diri, cara bersalaman, dan sebagainya. Untuk yang satu ini, hanya org2 yang peka dan sering berhadapan dengan org lain yang mampu membaca hal ini.

Kedua adalah dari kata-kata yang keluar dari ucapan kita. Seseorang bisa menilai siapa kita dari ucapan kita. Penilaian ini berlangsung sesaat tetapi memiliki kesan yang mendalam. Tidaklah benar bahwa kita tidak perlu berkata-kata, yang penting tindakan. Untuk meninggalkan kesan yang mendalam, kata-kata sangatlah penting. Kemudian kita baru berusaha melakukan tindakan yang sesuai dengan kata-kata tersebut.

Tindakan adalah usaha kita untuk memenuhi kata-kata kita. Tanpa kata-kata, maka tindakan tersebut lebih susah dilihat. Sama seperti target hidup yang tak tertulis, tindakan tersebut tidak bisa di acu ke kata-kata.

Belajarlah berkata-kata yang baik untuk meninggalkan kesan yang baik pula. Tetapi jangan berhenti disitu. Bertindaklah sesuai dengan kata-kata yang telah diucapkan. Dengan demikian, kita memiliki integritas antara kata-kata dan tindakan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Mengkritik adalah Kebiasaan

14 Oktober 2008 at 6:02 am (Pengembangan Diri)

Sebalnya dikritik, apalagi klo kritikan tidak membangun. Tapi ternyata mengkritik adalah kebiasaan. Ini berarti membuat hati org lain tidak enak adalah kebiasaan juga. Bisakah dihilangkan? Tidak bisa, klo tidak diganti dengan kebiasaan baru.

Apakah kebiasaan yang pantas menggantikan kritikan? PUJIAN. Klo mengkritik adalah kebiasaan, mengapa tidak menjadikan PUJIAN sebagai kebiasaan juga? Dengan memuji, maka mengkritik tergantikan. Pujian juga bs membangun org lain, tentunya pujian yang sesuai, bukan memuji krn menginginkan sesuatu atau pujian yang tidak tulus. Pujian harus tulus sehingga yg menerima jg senang.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Bertanggung Jawab atas Diri Sendiri

30 September 2008 at 12:56 pm (Pengembangan Diri) ()

Orang tua kita selalu mengajarkan kita untuk bertanggung jawab atas diri sendiri. Tapi mengapa banyak org yang sering mengatakan “Seandainya bos ku bukan org yg pemarah”, “Seandainya ada org yg mengajariku berbisnis”, “Seandainya aku bisa berenang”, “Seandainya aku org kaya”, dan msh banyak seandainya yg lain.

Bertanggung jawablah seperti kata org tua kita. Bila ingin bos yg tidak pemarah, jgn buat dia marah. Bila ingin belajar berbisnis, carilah org yg mau mengajari, jgn menunggu saja. Bila ingin bisa berenang, belajarlah berenang pada org yg bisa berenang. Jika ingin kaya, belajarlah pada org yg kaya.

Ambil tindakan. Jgn hanya mengatakan “seandainya”.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Masa Lalu, Sekarang, Masa Depan

24 Juli 2008 at 10:56 pm (Pengembangan Diri)

Tiga masa yang selalu mengikuti kita kemanapun kita pergi. Masa lalu kita adalah pengalaman yang berharga. Terkadang manis, terkadang pahit juga. Baik manis maupun pahit, keduanya membawa pelajaran berharga bagi kita.

Kita ada saat ini karena ada masa lalu. Masa lalu membentuk diri kita saat ini. Hanya karena ada masa lalu, maka sekarang ini kita ada. Sekarang ini adalah saat dimana harus kita nikmati. Baik atau buruk. Sekarang adalah saat dimana kita berada. Jika tidak bisa menerima keadaan sekarang, maka masa depan yang dikejar-kejar tidak akan pernah bisa dinikmati. Hal ini karena kita tidak pernah menikmati saat sekarang dan selalu mengejar masa depan. Pada saat masa depan itu datang menjadi masa sekarang, kita akan tetap mengejar masa depan tanpa menyadari bahwa apa yang pernah kita kejar, sudah ada pada diri kita.

Penerimaan akan masa sekarang menentukan masa depan. Masa depan yang kita kejar akan kita sadari kehadirannya bila kita selalu melihat dan menikmati masa sekarang. Dengan pencapaian ini, maka kita bisa menikmati masa sekarang dan menetapkan masa depan yang lebih baik.

Ingatlah selalu bahwa kita HIDUP pada masa SEKARANG.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Kesempurnaan

6 Juli 2008 at 7:32 am (Pengembangan Diri)

Banyak orang yang menginginkan kesempurnaan dalam hidup. Menurutku kesempurnaan untuk tiap orang berbeda-beda. Tergantung dari keinginan orang tersebut. Jika apa yang diinginkan oleh orang itu terpenuhi, maka dia akan bilang hidupnya sempurna.

Bagaimana mencapai kesempurnaan hidup? Apakah mungkin kita mencapai kesempurnaan hidup? Jawabnya adalah mungkin. Karena yang menentukan kehidupan kita sempurna atau tidak bukanlah hal-hal di luar diri kita tetapi ditentukan oleh keinginan kita sendiri. Bila kita mempunyai 20 keinginan dan terpenuhi semuanya, itu sudah sempurna. Jika kita hanya memiliki 15 keinginan dan terpenuhi semuanya, itu juga sempurna. Arti dari sempurna adalah 100%. Dan yang menentukan jumlah keinginan itu adalah kita sendiri. Tergantung dari kita untuk mengatur jumlah keinginan dan kemampuan memenuhinya.

Apakah hidupku sempurna 100%? Belum, dan saya rasa saya tidak menginginkan kesempurnaan itu begitu gilanya. Bila hidupku sudah mencapai 99.99% walaupun ini tidak sempurna, WHO CARES ? Aku lebih senang menikmati 99.99% hasil yang kurasakan daripada memikirkan 0.01% ketidaksempuraan itu.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »