Pertumbuhan

30 Juni 2008 at 2:49 pm (Pengembangan Diri)

Manusia harus bertumbuh dan menghasilkan sesuatu. Tanaman di tanam di tanah, kemudian tumbuh besar. Ada yang menghasilkan bunga, ada yang menghasilkan buah. Demikian juga dengan aspek2 kehidupan kita . Kita makin dewasa secara fisik, maka kita harus makin dewasa pula secara pikiran. Kita belajar berolahraga batminton, semakin sering dilatih, semakin baik gaya permainan kita. Kita belajar renang, dari 1 gaya (yaitu gaya berjalan di kolam, hi3x…..), gaya katak, gaya bebas, gaya punggung, hingga gaya kupu-kupu yang membutuhkan tenaga yang sangat besar. Hasilnya adalah kekuatan fisik untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Tanpa pertumbuhan, kita akan mati. Jadi apapun yang kita lakukan, perhatikanlah pertumbuhannya. Bila anda sedang berhenti bertumbuh untuk waktu yang lama, maka sesegera mungkin mengusahakan kembali pertumbuhan itu. Bertumbuhlah dan hasilkanlah sesuatu dari pertumbuhan itu !!!!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Tiga Kondisi Kehidupan

26 Juni 2008 at 7:07 am (Pengembangan Diri)

Ada tiga kondisi kehidupan berkaitan dengan uang dan waktu. Kondisi yang pertama adalah kondisi dimana kita memiliki banyak uang tetapi tidak memiliki banyak waktu. Kita bekerja dan bekerja, mengumpulkan uang untuk masa depan kita.  Mungkin kita ingin membeli rumah, maka kita bekerja. Kita menempuh jarak yang jauh atau bahkan ada di kota lain demi mengumpulkan uang. Kita akan memiliki banyak uang karena hal ini, tetapi kita tidak memiliki banyak waktu bebas bersama orang2 yang kita sayangi.

Kondisi yang kedua adalah kita memiliki banyak waktu tetapi tidak memiliki banyak uang. Hal ini bisa terjadi apabila kita sedang berhenti bekerja atau dalam masa memulai suatu bisnis. Pemasukan tiap bulan akan terasa sedikit atau bahkan negatif. Tetapi hal ini tentunya harus segera berubah seiring dengan kemajuan kondisi keuangan kita.

Kondisi yang ketiga adalah memiliki banyak waktu dan banyak uang. Biasanya ditempuh dengan memiliki bisnis sendiri terutama yang sudah settle. Bisnis yang sudah diawasi orang lain dan kita hanya mengawasi kondisi keuangannya, kita tidak lagi ikut dalam kegiatan operasionalnya.

Manakah dari kondisi tersebut yang terbaik? Tidak ada. Semuanya harus disesuaikan dengan kondisi kita. Mungkin kondisi pertama adalah yang paling cocok dengan kita karena kita tidak mau selamanya mengontrak. Mungkin kondisi kedua yang paling cocok krn kita mengimpikan untuk bersama keluarga atau sedang mengembangkan bisnis. Atau bahkan kondisi ketiga yang anda inginkan.

Manakah kondisi yang cocok dengan kehidupan anda saat ini?

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Meramal Masa Depan

12 Juni 2008 at 9:55 am (Kesehatan, Pengembangan Diri)

Kayaknya asyik sekali klo kita bisa meramal masa depan. Tapi….

Bisakah kita meramal masa depan?

Jawabannya adalah…………………BISA. Kenapa masa depan bisa diramalkan? Karena sebagian besar dari kita susah untuk berubah. Sebagian besar dari kita susah untuk mengubah kebiasaan2 kita. Bagaimana bisa ketidakberubahan kita meramalkan masa depan?

Jika kita tidak berubah dan tidak pernah melihat sekitar(kesempatan), maka keadaan kita tidak akan pernah berubah. Memang masih ada faktor2 lain yang bisa merubah kita seperti org lain yang berotoritas(bos) memaksa kita melakukan kebiasaan baru, atau org2 yang kita sayangi memaksa kita untuk merubah kebiasaan kita, atau mungkin bencana alam memaksa kita untuk survive.

Jadi itulah caranya untuk meramal masa depan kita. Lihatlah apa yang anda lakukan selama 1 hari. Mana yang paling berkualitas, itulah masa depan anda.

Contohnya bila anda bekerja jam 8 pagi – jam 5 sore, tetapi anda mempunyai hobi memasak di waktu senggang anda, maka anda akan jadi pemasak handal. Bukan selalu menjadi koki yang bekerja di sebuah perusahaan besar, tetapi pikiran anda akan diarahkan untuk menjadi ahli memasak. Anda akan ‘langsung nyambung’ klo ada resep masakan di koran atau majalah, anda akan langsung mengarahkan perhatian jika ada lomba memasak, anda akan langsung melihat jika ada kursus memasak gratis. Dengan segala kemampuan anda diatas, tinggal anda menentukan kemana anda hendak melangkah. Mengelola restoran, membuka toko kue sendiri, atau yang lainnya. Tetapi pada intinya sebelum anda mengelola restoran atau membuka toko kue, anda adalah ahli memasak.

Bagaimana merubah masa depan? Lakukan hal2 kecil yang mengarah ke masa depan yang anda inginkan. Misal jika anda ingin sehat di usia 60 tahun, bisa bepergian, bisa makan enak2 dan tidak berpenyakit(asam urat, jantung, tekanan darah tinggi) maka berjalan2lah selama 30 menit setiap pagi. Jika anda lakukan ini selama sebulan saja, maka 30 menit x 30 hari = 900 menit(15 jam)  sudah anda gunakan untuk berjalan2. Setahun 12 bulan x 15 jam = 180 jam(7.5 hari) sudah anda pakai untuk berjalan2. Dijamin anda sehat di usia 60.

Yang anda perlukan adalah KEINGINAN yang begitu kuat untuk sehat di usia 60. Itu saja. Setelah hal itu anda miliki, maka selanjutnya biarkanlah HARGA DIRI anda yang menentukan apakah anda adalah org yang memiliki INTEGRITAS tinggi untuk mewujudkan keinginan anda menjadi kenyataan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Merubah Lingkungan Sekitar

10 Juni 2008 at 10:33 am (Pengembangan Diri)

Dengan melihat lingkungan sekitar, kita merasa perlu merubah sesuatu. Tetapi hal ini sering ditentang oleh orang2 yang ada disekitar kita. Orang-orang yang menentang bukanlah tidak tahu bahwa apa yang ingin kita rubah itu baik, tetapi mereka hanya tidak mau merubah kebiasaan mereka yang nyaman selama ini. Bagaimana caranya agar mereka menerima perubahan dengan mudah?

Satu yg pasti adalah bila perubahan itu diinginkan sendiri oleh mereka. Tugas kita adalah dengan memberikan teladan bagi mereka. Mereka yang melihat apa yang kita lakukan dan menyadari manfaatnya, mereka akan melakukannya juga. Memang sih tidak semua, tetapi orang2 yang ikut krn keinginannya sendiri, biasanya lebih bertahan lama. Misalnya kita ingin agar org2 di sekitar kita jogging pada hari Minggu pagi. Jogginglah terlebih dahulu selama beberapa minggu. Setelah itu usulkan kepada ketua RT atau pimpinan lainnya untuk mengadakan acara Jogging. Perlahan tetapi pasti, orang2 yg telah melihat kita jogging minggu2 sebelumnya, akan ikut. Dan jumlahnya semakin banyak.

Merubah lingkungan sekitar bukan berarti memaksa dan membentuk mereka menjadi seperti yang kita inginkan dengan cara paksa, tetapi memberikan mereka teladan dan membimbing mereka sehingga akhirnya mereka melakukan hal yang sama karena mereka menyadari manfaat dari kegiatan yang mereka lakukan.

Permalink & Komentar

Terlalu Banyak Pekerjaan

8 Juni 2008 at 3:15 pm (Pengembangan Diri)

Pernahkah merasa bahwa pekerjaan ini banyak sekali? Kerjakan ini, kerjakan itu tetapi tidak ada yang selesai juga? Entah kenapa pekerjaan terlihat begitu banyak. Bagaimana mengatasi hal ini?

  1. Catat apa saja yang harus dikerjakan hari itu. Terkadang setelah mencatat pekerjaan tersebut, kita merasa bahwa pekerjaan hari itu tidak sebanyak yang terpikirkan di kepala.
  2. Buat Prioritas pengerjaan. Tergantung dari tipe kita masing2 apakah lebih merasa aman jika mengerjakan 1 hal yang besar terlebih dahulu setelah itu mengerjakan yang kecil2, atau mengerjakan yang kecil2 terlebih dahulu lalu mengerjakan yang besar kemudian. Catatan untuk cara kedua adalah memperkirakan waktu untuk pekerjaan besar dengan baik. Bila ini tidak dilakukan, maka kita bisa kehabisan waktu untuk mengerjakan pekerjaan kecil dan tidak akan pernah mengerjakan pekerjaan besar itu.
  3. Kerjakan.
  4. Evaluasi tiap selesaikan satu pekerjaan. Beri tanda kalau pekerjaan itu sudah selesai.

Terlihat mudah kan? Tetapi dalam prakteknya tidak semudah itu. Pada saat kita mengerjakan satu hal, biasanya pikiran kita melayang ke deretan pekerjaan yang belum terselesaikan. Kemudian kita tergoda untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya.  Tidak ada cara lain untuk hal ini selain fokus dalam mengerjakan pekerjaan itu.  Pikiran akan pekerjaan lain harus bisa disingkirkan terlebih dahulu. Bukankah kita sudah mengatur waktunya pada saat menetapkan prioritas?

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »